Bagaimana Membuat Riset yang Baik ?

Wahyu Raja Butar-Butar Reply 06:50
Manusia diciptakan dengan diberkahi anugerah terbesar dari penciptanya yaitu akal pikiran. Dengan akal manusia berpikir, mencerna persoalan, menyiasati keadaan, dan mencari solusi jitu akan segala permasalahan yang dihadapi dalam hidupnya. Selain untuk mencerna segala persoalan yang dihadapi, akal pun digunakan manusia dalam mencari hasrat kehidupan mereka. Hasrat tersebut dapat meliputi berbagai aspek kehidupan yang akhirnya berujung pada kelangsungan hidup manusia.
Hasrat manusia untuk menyelamatkan hidup tidak lepas dari sejauh mana akal pikiran mereka mencerna permasalahan dan mewujudkannya dalam sebuah persoalan yang dapat dipecahkan solusinya. Ini lah yang kemudian menjadi suatu pengetahuan yang memerlukan ilmu dalam pemecahan masalahnya sehingga timbulah ilmu pengetahuan.
Ke depannya, manusia selalu melakukan pemikiran dan penyiasatan untuk mengubah hidupnya agar lebih mudah dan lebih nyaman. Diperlukannya upaya dalam pemecahan masala- masalah kehidupan dimana ilmu pengetahuan menjadi basis penting dalam pengusahaannya. Riset merupakan kunci dari itu semua.
Riset merupakan upaya manusia untuk mencari solusi akan suatu masalah kehidupan manusia dengan langkah-langkah sistematis tertentu secara ilmiah. Dengan riset diperoleh solusi dan kesimpulan ilmiah mengenai suatu permasalahan sehingga manusia dapat mempraktikannya langsung untuk merubah kehidupannya

Definisi Riset
Terdapat beberapa macam definisi riset, diantaranya ;
Penyelidikan ilmiah secara sistematik terhadap persoalan berdasarkan data , pertanyaan atau isu dalam suatu bidang ilmu. Di dalamnya tercakup uji empiris, penyusunan dalil, pengujian pernyataan, kritik terhadap teori seseorang, atau pun penjelasan tentang suatu fenomena.
Pendekatan secara sistematik untuk membuktikan atau menyangkal suatu hipotesis.
Mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan sehingga dapat membantu menyelesaikan suatu persoalan.
Usaha keras untuk menemukan fakta baru, prosedur, metode dan teknik melaui kajian ilmiah dan penyelidikan yang kritis.
Aktivitas yang dirancang untuk menguji suatu hipotesis, menghasilkan kesimpulan sehingga memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan.
Suatu rangkaian pelaksanaan kegiatan yang telah dipikirkan secara matang dan cermat yang memungkinkan untuk mengetahui bagaimana suatu persoalan dapat dipecahkan atau paling tidak diminimalkan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa di dalam riset terdapat beberapa aspek penting, seperti ;
  • riset merupakan rangkaian kegiatan (tidak hanya satu kegiatan),
  • riset meupakan pendekatan ilmiah,
  • riset harus sistematik,
  • berdasarkan data dan uji empiris
  • bertujuan menjawab pertanyaan
  • riset dapat menemukan fakta, prosedur, metode atau teknik baru.
Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa riset pada hakekatnya adalah ;
Upaya dalam mencari kebenaran atau solusi suatu permasalahan melalui suatu proses ilmiah yang sistematik  berdasarkan data dan pengkajian berbagai disiplin ilmu dan kemudian pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk perubahan kehidupan.
Tujuan Riset
Terdapat beberapa tujuan suatu proses riset, diantara yaitu ;
  1. Mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia.
  2. Meningkatkan pengetahuan manusia agar lebih yakin dan sesuai dengan kenyataan.
  3. Menemukan sesuatu (discovery).
  4. Menyelidiki situasi atau persoalan yang ada.
  5. Mencari solusi atas suatu persoalan.
  6. Membangun atau menyusun prosedur/sistem baru.
  7. Menjelaskan fenomena baru, membuat pengetahuan baru.
Namun sebelum proses riset itu sendiri dijalankan ada pula maksud dan tujuan riset dijalankan, yaitu;
  1. Mendapatkan uang.
  2. Promosi jabatan.
  3. Mendapatkan pekerjaan.
  4. Mempertahankan pekerjaan.
  5. Mendapatkan gelar.
  6. Supaya terkenal

Proses Riset


Identifikasi Persoalan
Yaitu proses mengidentifikasi permasalahan yang akan dipecahkan untuk mencapai tujuan riset. Tahapan ini adalah menentukan Research Question. Ini merupakan tahapan paling krusial dalam riset karena ini adalah inti permasalahan riset. Seringkali riset tidak terpecahkan karena Research Question tidak jelas dan spesifik. Bahkan para ilmuan setuju bahwa apabila kita telah menemukan Research Question  riset kita sudah berhasil 50 %.
Observasi & Deskripsi
Tahapan ini adalah mencari tahu lebih dalam mengenai permasalahan yang dihadapi dengan cara melihat kondisi dan keadaan lapangan. Didapatkan gambaran deskriptif mengenai kondisi yang ada.
Menyusun Hipotesis
Yaitu mengambil kesimpulan awal mengenai pemecahan masalah riset. Kesimpulan awal ini berupa anggapan peneliti di awal yang akan dibuktikan keabsahannya kemudian dengan menggunakan uji hipotesis atau eksperimen. Hipotesis ini penting agar penelitian mempunyai arah dan tandingan di awal. Sehingga jalannya riset yaitu membuktikan hipotesis di awal adalah benar atau mematahkan pandangan hipotesis di awal.
Menguji Hipotesis atau Eksperimen
Proses membuktikan bahwa hipotesis awal benar atau tidak. Eksperimen dilakukan dengan tes penelitian dapat berupa tes laboratorium, tes ketilitian lapangan, atau lainnya.
Pengulangan dan Verifikasi
Yaitu mengulang kembali proses riset dan memverifikasi hasilnya. Ini bertujuan agar hasil eksperimen benar benar absolut dan terjamin kebenarannya.
Teori dan Hipotesis Baru
Setelah dilakuakn uji hipotesis, eksperimen dan verifikasi maka saatnya mengambil kesimpulan dengan cara membuat teori atau hipotesis baru yang menggambarkan hasil riset tersebut. Setelah itu selesai proses riset dapat kembali ke identifikasi masalah jika ternyata tibul permasalhan baru atau proses riset ingin dikembangkan.
Dimensi Riset
Dalam jenjang abstraksi suatu proses riset dikenal beberapa istilah sebagai dasar atau acuan. Penafsiran akan istilah tersebut jangan sampai bias maknanya antara satu dengan lainnya sehingga timbulah dimensi riset yang membagi abstraksi dalam levelnya. Gambar 2 memperlihatkan posisi istilah tersebut di dalam suatu riset.
Teori kumpulan beberapa dalil yang saling berhubungan (koheren).
Konsep adalah pengembangan dari beberapa teori.
Dalil (Proposisi) yaitu pernyataan mengenai hubungan antar konsep
Hipotesis merupakan  dalil yang dapat diuji secara empiris, menyatakan hubungan antar variabel.
Dalam menjalankan proses riset dikenal beberapa cara penyelesaian masalah (penalaran). Penalaran dapat bersifat deduktif yaitu berawal dari adanya teori mengenai suatu masalah kemudian diikuti dengan hipotesis. Selanjutnya teori dan hipotesis tersebut dikonfirmasi dengan data spesifik yang diperoleh mealalui pengamatan atau eksperimen. Dengan eksperimen didapatkan apakah teori dan hipotesis di awal valid atau tidak. Mudahnya proses penalaran ini dapat dilihat pada gambar 3.
Selain penalaran deduktif, terdapat juga penalaran induktif. Dimulai dari observasi yang bersifat spesifik sebagai dasar, kemudian dibentuk pola umum dan hipotesis sementara sebagai dasar teori yang kemudian diuktikan melalui eksperimen, dapat dilihat pada gambar 4.
Jenis- Jenis Riset

Terdapat beberapa jenis riset berdasarkan tipe pengejaraan, bidang yang digeluti maupun berdasarkan bahasannya. Gambar 5 memvisualisasikan pengelompokan jenis riset.
Berdasarkan metode yang dipakai riset terbagi menjadi ;
ANALITIK : menggunakan fakta untuk mengevaluasi suatu materi.
TERAPAN/AKSI : menemukan pemecahan yang cepat.
KONSEPTUAL : menghubungkan beberapa ide abstrak atau teori.
EKSPERIMENTAL : bergantung pada pengalaman dan observasi.
FUNDAMENTAL/BASIC : mengutamakan generalisasi.
Berdasarkan sifat yang dipakai riset terbagi menjadi ;
KUANTITATIF : berdasarkan pengukuran/angka.
KUALITATIF : memahami penyebab.
Berdasarkan tujuan yang dipakai riset terbagi menjadi ;
DIAGNOSTIK : mencari penyebab suatu gejala.
DESKRIPTIF : survey untuk menemukan fakta
PRESKRIPTIF : mendapatkan saran pemecahan persoalan.
EKSPLORATIF : membuat ide/gagasan
EKSPLANATIF/VERIVIKATIF :  menguji hipotesis-hipotesis tertentu
DEVELOPMENT : melakukan eksperimen terhadap suatu gejala.
DISCOVERY : menemukan gejala baru.
KONFIRMASI : mempertajam kehandalan atau keabsahan duatu gejala.
Berdasarkan data yang dipakai riset terbagi menjadi ;
PRIMER : data yang digunakan orisinil.
SEKUNDER : data tidak orisinil.

Syarat Riset
  1. Teori
  2. Berdasarkan hasil kerja peneliti sebelumnya.-> past research guides new research
  3. Dapat diulang (replicable, repeatable) sebagai panduan penelitian selanjutnya.
  4. Dapat diterapkan diluar setting penelitian (generalizable).
  5. Tidak dilakukan dalam isolasi intelektual; berdasarkan logika rasional, ketat terhadap teori.
  6. Mengandung unsur kenaikan, tambahan dan keuntungan (incremental).
  7. Dapat dilaksanakan (doable); research question dapat diterjemahkan ke dalam suatu proyek penelitian.
  8. Berkelanjutan; menghasilkan pertanyaan baru .
  9. Mempunyai tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat.
Etika Riset
Riset merupakan suatu penelitian baik penelititan untuk mencari fakta baru ataupun meneruskan penelitian sebelumnya untuk mengembangkan hasil yang ada. Dalam menjalani riset tersebut ada hal-hal yang harus kita jaga, yaitu etika. Seringkali peneliti tidak mau susah dan melakukan kecurangan-kecurangan penelitian. Hal itulah yang sangat dilarang. Etika riset antara lain ;
  1. Plagiarisme (self plagiarism, verbatim plagiarism, patchwork plagiarism)
  2. Pemalsuan data ( Falsification )
  3. Meniru data ( Fabrication )
  4. Tidak menyampaikan hasil  yang tidak signifikan à hasil yang tidak signifikan tidak berarti tidak mempunyai nilai
  5. Meng-copy ide /research question orang lain
Apabila terbukti dalam suatu riset dilakukan upaya upaya di atas maka selain riset tersebut dinilai gagal, peneliti risetnya pun akan dinilai buruk ( blacklist ) dan dihukum dengan pasal hak cipta.

Syarat Peneliti
Selain memperhatikan bidang riset yang digeluti, riset yang baik memeperhatikan juga sisi penelitinya. Terdapat beberapa sikap yang harus dimiliki peneliti dalam melakukan riset agar riset tersebut baik dan berkulitas. Sifat tersebut antar alain ;

  • Berpengetahuan luas
  • Tajam
  • Logis
  • Berpikiran terbuka
  • Jujur
  • Motivasi tinggi
  • Kooperatif
  • Independent
  • Fleksible
  • Teliti
  • Cermat
  • Ingin tahu
  • Semangat
  • Skeptis (tidak mudah menerima sesuatu)
  • Tanggap
  • Gigih
  • Sabar
  • Orisinil
  • Kreatif

Ciri Hasil Riset yang baik

Apabila telah dipenuhi syarat  riset dan penliti riset pun sudah memenuhi kriteria sifat peneliti, maka riset pun relatif akan berhasil dengan baik. Untuk mengetahui keberhasilan riset dengan kualitas yang baik, berikut parameter dan indikatornya ;
Parameter keberhasilan
  1. Jelas Esensi  dan relevansi antara persoalan dengan pemecahan.
  1. Akurat Ketepatan dan ketelitian berasal dari kerja keras dan usaha yang bertanggungjawab.
  1. Handal Jika diulang apakah akan memberikan hasil yang sama?
  1. Objektif Bebas dari bias, keuntungan  dan keinginan pribadi.
Indikator Riset yang baik
  1. Valid : persoalan/hipotesis/metodologi
  2. Dapat diulang (replicable/repeatable)à penelitian selanjutnya
  3. Bermanfaat
Telah dijelaskan sebelumnya tentang apa arti sebuah riset, faktor-faktor pendukung, komponen riset, dan bagaimana mencapai suatu riset yang baik. Timbul lah suatu pertanyaan, bagaimana kondisi sebenarnya dalam kenyataanya, apakah riset-riset yang dijalankan sekarang sudah berkualitas baik.
Terdapat beberapa kendala dalam melakukan riset seperti sedikitnya peneliti yang berkeinginan melakukan riset, adanya penolakan terhadap hasil riset di kalangan masyarakat dan pemerintah dan adanya anggapan riset hanya bisa dilakukan oleh kaum elite.
Kondisi demikian pun terdapat di Indonesia. Selain itu kendala – kendala lain ikut andil besar dalam penyusunan riset. Kendala tersebut antara lain ;
Kendala Dalam Riset dan Kondisi di Indonesia
  1. Anggapan bahwa hanya kaum elite-jenius-tak tersentuh yang dapat melaksanakan riset.
  2. Hasil riset kadang-kadang tidak dapat dipahami oleh orang lain di luar bidang ilmu.
  3. Minat yang kurang terhadap riset.
  4. Adanya penolakan terhadap hasil riset.
  5. Kurang dukungan dari otoritas.
  6. Jumlah peneliti masih sedikit.
Kondisi di Indonesia tidak jauh berbeda, selain kendala riset secara umum di atas, di Indonesia pun masih terdapat kendala – kendala lain, seperti ;
  • Budaya penelitian masih rendah.
  • Potensi peneliti cukup tinggi.
  • Tidak ada sinergi antar peneliti/institusi.
  • Lemahnya arahan pemerintah tentang fokus penelitian.
  • Dana relatif kecil.
  • Kurang penghargaan bagi peneliti.
  • Anggapan bahwa ilmuwan dari negara-negara maju jauh lebih baik.
  • Suasana riset tidak kondusif.
  • Tidak ada dukungan industri.
  • Terbatasnya peralatan pendukung.
  • Mental peneliti.
  • Peneliti diabaikan.
  • Senioritas.
  • Distorsi media/politisasi hasil penelitian.
Dari kondisi tersebut maka dilakukan upaya-upaya strategis untuk melancarkan iklim riset di Indonesia, antara lain ;
Upaya pemecahan iklim budaya riset di Indonesia
  1. Menghidupkan pertemuan ilmiah.
  2. Sinergi antar lembaga penelitian.
  3. Mengembangkan jurnal-jurnal ilmiah di tanah air
  4. Membuat prioritas penelitian (kompetensi).
  5. Insentif bagi industri yang menggunakan hasil penelitian.
  6. Sistem remunerasi baru bagi peneliti
Kesimpulan
Riset pada hakekatnya merupakan proses mencari kebenaran hakiki mengenai suatu permasalahan dengan pemecehan secara sistematis dan metode ilmiah. Riset baik sekali dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Riset sendiri diselenggarakan dapat dalam berbagai tujuan, baik pribadi ataupun dalam rangka lembaga atau perusahaan. Dalam melakukan suatu riset  terdapat syarat- syarat yang harus dipenuhi sehingga riset dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Terdapat beberapa kendala dalam melakukan riset salah satunya anggapan riset hanya bisa dilakukan oleh kaum jenius, kurangnya minat peneiliti melakukan riset, budaya riset belum tercipta dan tidak adanya dukungan dari industri dan pemerintah. Hal- hal tersebut dapat menghambat laju riset padahal sebenernya dengan riset semua peluang akan terbuka dan produk akan lebih berkembang. Selain itu ada beberapa poin lain yang penting dipahami, yaitu :
  1. Riset adalah peluang untuk menggali batas-batas baru, memecahkan misteri dan teka-teki.
  2. Definisi riset sangat banyak , tapi yang lebih penting adalah memahami sifat dasarnya.
  3. Riset sangat penting untuk kemajuan semua disiplin ilmu.
  4. Riset boleh salah tapi tidak boleh bohong !



Daftar Pustaka
Schafersman, Steven D. 1998. An Introduction to Science: Scientific Thinking and a scientific Method. Inggris
Introduction to a scientific Method. Inggris. 2001
Bashiruddin, Jenny. 2008. Langkah – langkah Metode Ilmiah.  Dept THT FKUI
Slide Perkuliahan Metode Penelitian Ilmiah 2011

Related Posts

Knowledge 3788670031179389042
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Post a Comment

Search

Google+ Followers

Popular Posts

Translate